Di jaman sekarang, buta digital hampir setara dengan buta huruf tradisional. Penggunaan perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan laptop sudah menjadi kebutuhan primer. Mulai dari sekolah, bekerja, hingga hubungan pribadi dan pemanfaatannya secara menyeluruh dalam lingkup pendidikan. Sebagai contoh, saat ini kompetensi pedagogik diharuskan mampu mengoperasikan teknologi.
Saat ini, kita lebih banyak menerima informasi daripada abad sebelumnya. Kemampuan untuk memahami dan membuat video, foto, infografis dan jenis visual lainnya menjadi penting dalam keseharian maupun kesuksesan karir.
Keputusan sekolah hingga cara belajar di kelas semuanya harus berdasarkan data bukan lagi asumsi dan opini. Peserta didik dapat mengakses sejauh mana mereka belajar, berapa persentase pemahaman. Guru lebih mudah menunjukkan apa saja yang perlu ditingkatkan oleh peserta didiknya, metode apa saja yang disenangi oleh siswa. Penggunaan data yang tepat dapat mendorong perubahan besar dalam pendidikan.
Pembuatan serta cara konsumsi media hari ini berubah dengan cepat. Setiap orang harus mampu beradaptasi dengan format komunikasi baru seperti pesan instan, komunitas online, blog, sosial media dan lainnya. Tidak hanya itu, setiap orang juga harus paham dan bijak menyaring maupun membedakan pesan hoax dan bukan.
Tidak selamanya video games membawa pengaruh buruk bagi siswa. Sebaliknya, permainan seperti Minecraft dan SimCity ternyata membantu peserta didik mengembangkan keterampilan motorik halus, kemampuan navigasi serta skill problem solving lho. Banyak pembelajaran di abad 21 ini yang juga menggunakan metode gamifikasi dalam penyampaiannya.
Dua hal ini saling berhubungan. Keuangan yang stabil berpengaruh kepada keputusan seseorang untuk membuat pilihan yang sehat. Terdapat dua aturan sederhana dari literasi kesehatan dan keuangan yaitu:
kita harus menghabiskan lebih sedikit daripada yang kita peroleh atau;
kita harus menambah sumber pendapatan sehingga tidak perlu menekan pengeluaran.
Salah satu tujuan besar presiden Indonesia adalah pembangunan karakter. Inilah mengapa literasi kewarganegaraan dan etika sangat penting.Setiap orang harus memahami hak & tanggung jawabnya sebagai warga negara dan bagaimana seharusnya kita bersikap kepada orang yang lebih tua.
Di zaman serba cepat dan digital ini, tantangan yang harus dihadapi adalah bijak memilih apa yang harus dipercaya. Literasi ini harus diajarkan sejak dini kepada anak-anak agar mereka belajar bukan hanya bagaimana menemukan dan membaca sumber bacaan, tapi juga memvalidasi dan mengevaluasi kebenarannya.
Faktanya memang tidak semua anak akan tumbuh sebagai seorang programmer, tapi setiap anak seharusnya mendapatkan gambaran bagaimana cara kerja sebuah komputer dapat membantu memecahkan masalah. Coding bukan hanya soal menulis kode, namun memikirkan pemecahan masalah dan apa dampak jangka panjangnya.
Literasi ini adalah Model literasi yang paling penting dari semua literasi diatas. Literasi ini terdiri dari kemampuan untuk menulis, menghitung dan sains.